Lepas Sertijab, Pangdam II/Swj Silaturahmi ke PJ Gubernur dan Kapolda Sumsel Jadi Pendaftar Pertama ke PKB, Budi Setiawan Harap PKB Bisa Koalisi dengan Golkar PJ. Gubernur Sumsel Apresiasi Kinerja Kodam II/Swj Telah Mensukseskan Program Pemerintah dengan Kerja Cepat dan Cerdas Agar Dikenang dan Dicintai Anggota, Mayjen TNI Yanuar Adil: Selalu Berusaha Terbaik Terima Kunjungan Kehormatan Danjen USARPAC, Kasad Sepakat Perkuat Kerja Sama

Home / Warta TNI

Sabtu, 24 Februari 2024 - 18:54 WIB

Blak-blakan, Kolonel Debok Jadi Duta Vasektomi

SRIWIJAYADAILY.CO.ID – Kolonel Inf Debok Sumantokoh, sosok Kajasdam II/Swj yang humoris ternyata tidak hanya gahar dalam pembinaan jasmani prajurit tapi juga figur yang inspiratif dalam hal penggalakan budi daya tanam endemik dan program KB yaitu menjadi Duta Vasektomi.

Hal itu disampaikan Kajasdam II/Swj Kolonel Inf Debok Sumatokoh ketika menerima kunjungan dan olahraga bersama anggota Pendam II/Swj pimpinan Kapendam II/Swj Kolonel Arh Saptarendra P, ST, MM , di Mako Jasdam II/Swj, Palembang, Jumat (23/02/2024).

Diungkapkan Debok, disela-sela kesibukannya dalam mengelola satuan yang dipimpinnya, dirinya juga sedang giat melakukan pembibitan berbagai tanaman endemik Indonesia.

Baca :  Safari Ramadhan Pangdam II/Sriwijaya di Wilayah Korem 042/Gapu

“Seperti duren, alpukat, pala termasuk juga tanaman hidroponik, intinya yang memiliki manfaat dan nilai jual,” ujar Debok buka pembicaraan.

“Apalagi lahan di Jasdam cukup luas, yaitu 9 hektar dan kemarin juga jadi obyek penanaman pohon oleh Pangdam II/Swj,” imbuh Debok

Ketika disinggung tentang motivasi dia tentang Duta Vasektomi, Debok katakan bahwa yang dilakukanya untuk mendukung program KB dan kasihan terhadap kaum Ibu.

Untuk diketahui, Kolonel Debok Sumantokoh sejak 2007 diangkat sebagai duta Vasektomi oleh Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) Sumsel.

“KB itu identik dengan perempuan, ini mengesankan perempuan itu sebagai objek, padahal ada metode lain yang hasilnya sama dalam hal pengendalian pertumbuhan jumlah penduduk, yaitu vasektomi bagi suami, khususnya yang usia di atas 40 tahun,” terang lulusan Akmil 1993 itu.

Baca :  Tanamkan Wawasan Kebangsaan, Dandim Sarko Beri Kuliah Umum Kepada Mahasiswa STAI Darul Ulum Sarolangun

“Kasihan, istri kita yang jadi obyek KB dari mulai pil, IUD, suntik ataupun lainnya yang berpengaruh terhadap kesehatannya.. Sekali-kali, sebagai suami, mengalah untuk kebaikan rumah tangga,” tambah dia.

Namun, lanjutnya, karena vasektomi itu belum familiar dan juga konotasi negatif maka dalam sosialisasi ini akan menjadi tantangan berat.

“Padahal yang dilakukan hanya mengikat saluran sperma sehingga cairan yang keluar tidak berkualitas lagi sehingga proses pembuahan akan gagal dengan sendirinya,” ujar dia.

Baca :  Danrem 042/Gapu : Kenaikan Pangkat Bagi Prajurit Merupakan Hasil dari Raihan Prestasi Selama Menjalankan

Lanjut dikatakannya, untuk menarik minat kaum pria be-KB, pemerintah memberikan biaya pemulihan kesehatan pasca operasi vasektomi yaitu Rp 150.000.

Terkait proses operasinya, Debok sampaikan sangat sederhana sekali dan memakan waktu sekitar lima menit.

“Para peminat dapat melapor ke KUPTB tingkat kecamatan dan menjalani tes kesehatan serta membuat surat pernyataan bersedia di vasektomi,” kata mantan Kabintaljarahdam XIII/Merdeka itu.

“Dan yang penting, nggak pengaruh dengan kualitas hubungan nafkah batin istri,” pungkas dia sembari tersenyum.

Share :

Baca Juga

Warta TNI

Dandim 0415/Jambi Cek Pos Penguatan Binter SKK Migas

Warta TNI

Ini Penekanan Kasal Pada HUT Ke-77 Polisi Militer Angkatan Laut

Warta TNI

Pangdam II/Sriwijaya Pimpin Apel Gelar Pasukan Pam VVIP Kunker Presiden RI Di Wilayah Sumsel

Warta TNI

Tak Kenal Waktu, Babinsa Ini Imbau Generasi Muda Agar Selalu Berbuat Positif

Warta TNI

Kejutan Kodim 0402/OKI Di HUT Bhayangkara Ke-77

Warta TNI

Danrem 045/Gaya Hadiri Puncak HKSN Tahun 2021

Warta TNI

Babinsa Koramil 415-10/JS Berikan Bantuan Sembako Ke Masyarakat Kurang Mampu

Warta TNI

Tunjukkan Keakraban, Babinsa Koramil 06/Pijoan Makan Bersama dengan Masyarakat