Sambut Idul Adha, Babinsa Desa Baru Amankan Pawai Obor dan Takbir Keliling Komitmen Alumni AKABRI ’94 dalam Mengatasi Stunting di Kalimantan Barat Prajurit Satgas Yonif 125/SMB Terangi Jembatan dan Dermaga di Kampung Yagatsu, Papua Prajurit TNI Rebut Distrik Bibida dari OPM dengan Tindakan Profesional dan Kemanusiaan TNI AL Gagalkan Upaya Penyelundupan Ribuan Baby Lobster di Cilacap

Home / Daerah / Nasional

Rabu, 9 Maret 2022 - 03:36 WIB

Era Digital, Industri Kehumasan Berpotensi Tumbuh

Sriwijayadaily – Industri kehumasan dinilai masih berpotensi tetap tumbuh dan berkembang pada era digital dan situasi pandemi COVID-19 saat ini.

Direktur Jenderal Informasi dan Komunikasi Publik Kementerian Komunikasi dan Informatika (Dirjen IKP Kominfo), Usman Kansong, mengatakan potensi tersebut akan diperoleh jika para praktisi hubungan masyarakat (humas) atau public relation (PR) ikut bertransisi ke era digital, sehingga bisa menawarkan layanan lebih luas dari sebelumnya.

“Di era digital ini, industri kehumasan memiliki potensi pertumbuhan. Walaupun pandemi COVID-19 pernah memperlambat segalanya, tetapi juga membentuk kembali industri kita dan mendorong transisi ke era digital,” ujar Dirjen IKP Kominfo dalam Webinar Global Capacity and Framework in Public Relations & Communication Management 2022 pada Selasa (8/3/2022).

Baca :  Mayor Purn Zulkarnaini Resmi Dikukuhkan Sebagai Ketua DPC Pepabri Tebo Periode 2024-2029

Turut menjadi narasumber acara itu, Founder & CEO LSPR Communication & Business Institute, Prita Kemal Gani, Dirjen IKP Kominfo, Usman Kansong, Ajunct Professor LSPR Communication & Business Institute Anne Gregory, Ketua Umum Perhumas, Boy Kelana Soebroto, dan Kepala Penelitian LP3M LSPR Communication & Business Institute Rendro Dhani.

Menurut Usman, perkembangan teknologi informasi dan komunikasi yang saling berhubungan, jaringan yang tak terhitung jumlahnya dan revolusi media telah mengubah wajah bisnis dunia dengan lingkup pekerjaan yang jauh lebih kecil

Industri kehumasan diharapkan bisa fleksibel dan berkelanjutan dalam mengukuti perkembangan teknologi digital, dengan meningkatkan kapasitas sumber daya manusia (SDM) praktisi PR.

Baca :  Kukuhkan DPC Pepabri Tebo, Kolonel Purn Bunadi : Jalin Komunikasi Dengan Semangat Persatuan dan Kekeluargaan

“Praktisi PR diharapkan dapat menawarkan layanan yang jauh lebih luas dibandingkan tahun-tahun sebelumnya dan itu berdampak pada hal akademik untuk mengikuti perubahan dalam industri itu,” katanya.

Perubahan itu, dinilai juga membuka potensi besar bagi sektor pendidikan terkait PR untuk mengembangkan potensi para praktisi.

Dalam hal itu, Usman mengacu pada Asia-Pacific Communication Monitor (APCM) 2021, yang memuat lima kompetensi yang dibutuhkan dalam manajemen komunikasi hingga 2023.

Kelima kompetensi tersebut antara lain mengatasi evolusi digital dan web sosial (social web), menggunakan data besar (big data) dan algoritma untuk komunikasi, membangun dan memelihara kepercayaan, memperkuat peran fungsi komunikasi untuk pengambilan keputusan oleh manajemen puncak, dan menangani pembangunan berkelanjutan serta tanggung jawab sosial.

Baca :  Senkom Mitra Polri Kota Jambi Gelar Sholat Id Di Pelataran Bandara Sutha

“Ada kebutuhan besar bagi praktisi komunikasi maupun akademisi untuk mengembangkan kompetensi mereka,” tuturnya.

Di sisi lain, katanya, pihak akademisi harus melihat transisi ke era digital sebagai pintu untuk mempersiapkan kurikulum PR dan pengembangan program untuk membekali SDM dengan kompetensi tersebut.

Potensi itu, juga terkait dengan laporan APCM yang menyatakan banyak praktisi PR yang gagal, karena tidak mampu menggunakan data dan teknologi dengan baik

“Ketimpangan antara kompetensi utama yang dibutuhkan dan kompetensi personal seperti kompetensi manajemen komunikasi, bisnis, teknologi dan kompetensi data perlu diselesaikan,” pungkasnya.

Share :

Baca Juga

Nasional

Timnas Indonesia U-20 Masuk Pot Dua Undian Piala Asia 2023

Daerah

Satu Unit Rumah Warga Desa Pematang Gajah Ludes Tebakar

Daerah

Cek Disini Harga Produk Komoditi Perkebunan

Nasional

Lemhannas Usul Bentuk Kementerian Keamanan Dalam Negeri dan DKN

Nasional

Era Digital, Kemnaker Tingkatkan Skill Santri Milenial

Daerah

HD Temui Pendemo terkait Upah Minimun Provinsi

Nasional

Inilah Penampakan Ship Sumulator Buatan Indonesia
Foto: Indonesia.go.id

Entertainment

Jembatan Sukuk di Ibu Kota Negara Baru