TMMD Ke-119 Kodim 0432/Basel Resmi Dibuka Kodim 0416/Bute Aktif Bantu Korban Banjir di Kabupaten Bungo dan Kabupaten Tebo Perkuat Kapasitas Indonesia Hadapi Bencana, TNI AD Kolaborasi Dengan BNPB Terima Kunjungan Panglima Angkatan Bersenjata Australia, Ini Komitmen Panglima TNI Prajurit Kodim 0419/Tanjab Bantu Evakuasi Warga Terdampak Banjir

Home / Nasional

Kamis, 28 Oktober 2021 - 01:35 WIB

Industri Halal Miliki Peran Strategis Dalam Tingkatkan Perekonomian Nasional

Jakarta – Sriwijayadaily.co.id

Wakil Presiden (Wapres) Republik Indonesia, Ma’ruf Amin menyampaikan, industri halal memiliki peran strategis dalam meningkatkan perekonomian Nasional. Hal tersebut terlihat dengan banyaknya negara-negara di dunia yang fokus untuk mengembangkannya termasuk negara-negara yang memiliki populasi muslim yang relatif sedikit seperti Brazil, Thailand, Korea Selatan, Jepang, dan Tiongkok.

“Industri halal sendiri memiliki peran yang begitu strategis dalam meningkatkan perekonomian nasional. Oleh karena itu, Indonesia harus bekerja lebih keras untuk dapat bersaing dalam merebut pangsa pasar global industri halal,” imbuhnya dalam acara¬†Opening Ceremony Indonesia Sharia Economics Festival¬†(ISEF) 2021 secara virtual, Rabu (27/10/2021).

Baca :  Peluncurkan Buku Kontribusi Pemikiran LM FEB UI

Pihaknya mengungkapkan bahwasanya pemerintah Indonesia sedang melakukan upaya dalam peningkatan peran industri halal agar dapat memberikan kontribusi yang lebih besar untuk pertumbuhan ekonomi nasional.

“Inisiatif perbaikan peraturan dan kebijakan yang dapat mempercepat pengembangannya merupakan bentuk dari komitmen Pemerintah,” ungkapnya.

Ia menuturkan dengan terbitnya Masterplan Ekonomi Syariah Indonesia (Meksi) 2019 – 2024 ini, menjadi rencana induk atau arah strategi pengembangan keuangan syariah di Indonesia, penguatan kelembagaan ekonomi, dan keuangan syariah yang semula adalah Komite Nasional Ekonomi Syariah (KNKS) menjadi Komite Nasional Ekonomi dan Keuangan Syariah (KNEKS).

Rencan Induk itu, diatur melalui Peraturan Presiden Nomor 28 Tahun 2020, tentang Komite Nasional Ekonomi dan Keuangan Syariah dengan Presiden Joko Widodo, sebagai ketua dan wakil presiden Ma’ruf Amin sebagai wakil ketua, sekaligus ketua harian merupakan bagian dari upaya dalam peningkatan peran industri halal.

Baca :  KPU Menambah Kecurigaan Publik dan Mempertaruhkan Kredilitas Pemilu 2024

“Terbitnya Meksi ini menjadi rencana induk dalam strategi pengembangan keuangan syariah di indonesia serta menjadi acuan dalam penguatan komite nasional ekonomi dan keuangan syariah,” tuturnya.

Sementara itu, Sementara itu, Gubernur Bank Indonesia Perry Warjiyo mengatakan bahwa ekonomi syariah nasional kontribusinya saat ini semakin nyata.

“Ekonomi Syariah Nasional saat ini kontribusinya semakin nyata, setiap tahun indonesia semakin bergerak maju untuk menjadi pusat ekonomi dan keuangan syariah dunia, menjalin kerjasama lebih luas dengan berbagai lembaga internasional, serta membangun ekosistem ekonomi dan keuangan syariah nasional yang terus berkembang,” katanya.

Baca :  Hendry Ch Bangun Ajak Wartawan Jadi Saksi Peradaban Ikut Lomba Puisi Multi Media 2024

Ia juga menyampaikan bahwa tingkat literasi masyarakat terhadap ekonomi syariah meningkat dari 16,3 persen menjadi 20,1 persen pada Tahun 2021.

“Sebagai hasil edukasi yang luas dan berjamaah, hasil survei tahun ini menunjukkan peningkatan yang bagus dalam tingkat literasi masyarakat terhadap ekonomi syariah, yakni meningkat dari 16,3 persen menjadi 20,1 persen,” tutupnya.

Share :

Baca Juga

Nasional

The advantages of Free Sexual intercourse Chat Sites

Nasional

How to Transfer Money from Chase to Another Bank

Nasional

Marriage Tips For Healthful Relationships

Nasional

Haedar Nashir Terpilih Sebagai Ketum PP Muhammadiyah Masa Bakti 2022-2027

Nasional

Pemkot Jambi Raih Penghargaan STBM 2021 Dari Menkes

Nasional

Kejagung Periksa Barang Bukti Elektronik Kasus Izin Ekspor CPO

Nasional

CamSoda Review

Nasional

Pasca Tragedi di Malang, Presiden FIFA Gianni Infantino Bertemu Presiden Indonesia Joko Widodo