TMMD Ke-119 Kodim 0432/Basel Resmi Dibuka Kodim 0416/Bute Aktif Bantu Korban Banjir di Kabupaten Bungo dan Kabupaten Tebo Perkuat Kapasitas Indonesia Hadapi Bencana, TNI AD Kolaborasi Dengan BNPB Terima Kunjungan Panglima Angkatan Bersenjata Australia, Ini Komitmen Panglima TNI Prajurit Kodim 0419/Tanjab Bantu Evakuasi Warga Terdampak Banjir

Home / Nasional

Sabtu, 30 Oktober 2021 - 09:29 WIB

Insan Pers Harus Beradaptasi pada Era Disrupsi Teknologi

Jakarta – Srwiwijayadaily.co.id

Pada saat ini, para insan pers atau jurnalis harus mampu beradaptasi dengan berbagai tantangan di era disrupsi teknologi. Dengan begitu, setiap kendala itu dapat dihadapi dengan cara-cara inovatif.

“Mampu beradaptasi dengan cepat gesit mengejar ketertinggalan cepat mempelajari kompetensi baru, inovatif dalam menghadapi era disrupsi teknologi,” kata Presiden Joko Widodo ketika membuka Kongres ke-6 Ikatan Jurnalis Televisi Indonesia (IJTI) yang ditayangkan secara virtual melalui kanal akun YouTube Sekretariat Presiden (Setpres) pada Jumat (29/10/2021).

Salah satunya hal yang harus dihadapi sebagai konsekuensi era disrupsi dengan kehadiran media sosial (medsos). Para jurnalis harus lebih kreatif dalam memproduksi suatu karya jurnalistik yang akan disebar kepada khalayak luas.

Baca :  Peluncurkan Buku Kontribusi Pemikiran LM FEB UI

Dengan begitu, secara teknis tentunya para jurnalis akan terpacu untuk memperkuat nilai dari jurnalis sebagai penyebar informasi yang kredibel, meningkatkan kecermatan, menjaga independensi, dan objektivitas.

“Dalam menghadapi era disrupsi teknologi kehadiran berbagai platform media baru harus memacu para jurnalis lebih kreatif dan produktif terus memperkuat value-nya,” katanya.

Baca :  Jenderal Pilot Jet Tempur M Syauqi Jadi Kapten Timnas AMIN, Ini Daftar Lengkapnya

Selanjutnya, munculnya hal di atas, juga akan mendukung transformasi kemajuan bangsa ke depan. Karena, pesan yang disebarluaskan tersebut, tetap menjaga marwah insan pers yang harus membawa dampak positif bagi kehidupan masyarakat.

Dengan begitu, setiap lapisan masyarakat dapat berpartisipasi secara aktif dalam setiap kebijakan yang telah pemerintah laksana. Hasilnya akan berdampak secara positif dalam kehidupan masyarakat.

“Bukan semata-mata dimotivasi untuk menumpuk jumlah subscriber, menumpuk jumlah lain ataupun sekadar clickbait.  Tetapi seharusnya bisa memberikan kontribusi,” tuturnya.

Oleh karena itu, pemerintah telah berkomitmen akan terus menjamin kemerdekaan pers. Caranya dengan membuka ruang bagi insan pers untuk menyuarakan kepentingan publik baik dalam bentuk kritik maupun solutif.

Baca :  KPU Menambah Kecurigaan Publik dan Mempertaruhkan Kredilitas Pemilu 2024

Kedua cara ini, kata dia, tentukan membawa positif terhadap upaya pemerintah dalam membuat berbagai kebijakan ke depan. Baik dalam bentuk yang berkaitan dengan penanganan pandemi maupun kebijakan lainnya.

“pemerintah saya juga menyadari begitu banyak kritikan kepada pemerintah terutama terhadap hal-hal yang belum bisa kita selesaikan. Kritik yang membangun itu sangat penting,” pungkasnya.

Share :

Baca Juga

Nasional

5 Tips for Balancing A Career and Caregiving

Nasional

Bank 9 Jambi – PWI Siap Berkolaborasi, Berbagi Ilmu Perbankan Untuk Wartawan

Nasional

Timnas Indonesia Batal Mengikuti Turnamen Piala AFF U-23 2022 di Kamboja

Nasional

Masyarakat Nonton Bareng Bersama Satgas TMMD Ke-113 Kodim Merauke

Nasional

Tingkat Kepercayaan pada Media di Indonesia Tertinggi Ke Dua di Dunia

Nasional

Menpora Berharap Tim Renang Indonesia Tampil Maksimal di SEA Games Vietnam

Nasional

Ini Daftar Pj Gubernur 5 Provinsi yang Akan Dilantik Tito Karnavian

Nasional

Babinsa Arso Jadikan Komsos Untuk Menjaga Kedekatan Dengan Warga Di Wilayah