Pasiter Kodim Jambi Beri Pembekalan Wasbang Kepada Mahasiswa Pengamat Ungkap Sosok Budi Setiawan yang Humble Serta Punya Daya Juang Tinggi Danrem 042/Gapu Berharap Rumkit Bratanata Jambi Semakin Maju dan Berkembang Mayor Widi : Bahaya Radikalisme Harus Dipahami Generasi Muda Kodim 0402/OKI Raih Juara I Lomba Karya Jurnalistik TMMD Ke-115

Home / Hukum dan Kriminal / Nasional

Jumat, 31 Desember 2021 - 14:38 WIB

Lemhannas Usul Bentuk Kementerian Keamanan Dalam Negeri dan DKN

Sriwijayadaily

Lemhannas RI mengusulkan pembentukan Kementerian Keamanan Dalam Negeri dan Dewan Keamanan Nasional (DKN).

Usulan pembentukan lembaga ini muncul dari Lemhannas RI lantaran belum ada Lembaga politik yang merumuskan kebijakan nasional dalam fungsi keamanan dalam negeri.

“Dibutuhkan lembaga politik setingkat kementerian yang diberi mandat portofolio untuk merumuskan kebijakan nasional dalam fungsi keamanan dalam negeri,” ungkap Gubernur Lemhannas RI Agus Widjojo dalam pernyataan akhir 2021, yang diselenggarakan secara hybrid Jumat (31/12/2021).

Dengan pembentukan kementerian keamanan ini, maka diharapkan Agus Widjojo Indonesia akan memiliki bagian dari pembangunan sistem nasional yang efektif dan efisien melalui peningkatan kapasitas kelembagaan.

Baca :  Latina Ladies Time frame

Agus menilai belum adanya Lembaga yang mengurusi keamanan negeri ini saat ini seperti terjadi kevakuman dalam bidang keamanan dalam negeri. “Padahal penting untuk merumuskan kebijakan keamanan dalam negeri,” kata Agus.

Selain mengusulkan Kementerian Keamanan Dalam Negeri, Gubernur Lemhannas RI juga menyarankan pemerintah pusat menggagas Dewan Keamanan Nasional yang didayagunakan untuk menjamin keterpaduan perumusan dan pengawasan sebuah kebijakan nasional.

Dewan ini fokusnya mengawasi kebijakan-kebijakan terkait keamanan nasional juga dapat didayagunakan untuk merumuskan dan mengendalikan kebijakan secara umum.

Baca :  Timnas Indonesia U-20 Masuk Pot Dua Undian Piala Asia 2023

Menurut Gubernur, menata peran dan fungsi kelembagaan akan memberi sumbangan meningkatkan daya saing bangsa melalui kesempatan pengambilan keputusan, perumusan kebijakan yang cepat, terintegrasi secara vertikal dan horizontal.

Meski demikian agar menghilangkan duplikasi peran antar lembaga, sebaiknya diwaspadai adanya kekosongan dalam menjamin keterpaduan dan merumuskan serta mengimplementasikan kebijakan.

“Pembangunan kapasitas kelembagaan menjadi salah satu program prioritas demi menghindari adanya tumpang tindih peran dan fungsi antar Lembaga,” ujar Agus.

Dalam pernyataan akhir tahunnya, Agus Widjojo juga menyoroti peran strategis Polri sesuai UU No. 2 Tahun 2002. Agus mengingatkan, peran Polri masih meliputi perlindungan terhadap masyarakat, penegakan hukum, pencegahan pelanggaran hukum, serta pembinaan keamanan dan ketertiban masyarakat.

Baca :  Ibu Negara Iriana Joko Widodo Buka Program PKW Tekun Tenun Indonesia 2022

“Bukan untuk merumuskan keamanan dalam negeri,” ujar Agus.

Hal yang sama juga berlaku terhadap TNI yang memiliki tugas dan fungsi sebagai penangkal terhadap setiap bentuk ancaman militer, ancaman bersenjata dari luar dan dalam negeri terhadap kedaulatan, keutuhan wilayah, dan keselamatan bangsa serta menegakkan kedaulatan negara juga mempertahankan keutuhan wilayah Negara Kesatuan Republik Indonesia.

“Bukan sebagai penentu kebijakan strategis terkait keamanan dalam negeri,” pungkas Agus.

Share :

Baca Juga

Nasional

Anies Dipuji Habis-habisan Bos Formula E
(Foto: ANTARA)

Hukum dan Kriminal

Usai Jalani Hukuman, Imigrasi Deportasi WN Thailand

Nasional

Menpora Puji Kualitas Timnas Asuhan Shin Tae-Yong

Ekonomi

Mobilisasi Investasi Gigawatt

Nasional

Mengenal Kesenian Rontek Pacitan

Nasional

Ways to Have Successful Husband and Wife Relations

Nasional

Empat Warga Kotabaru Meninggal Dunia Akibat Terdampak Pergerakan Tanah

Ekonomi

Kemenperin-Polri Bentuk Satgas Pengawasan Produksi dan Distribusi Minyak Goreng Curah