Peduli Sesamo, Koramil Tungkal Ulu Bagikan Paket Sembako Untuk Warga Kurang Mampu Danrem 042/Gapu Melalui Vicon Ikuti Taklimat Awal Wasrik BPK RI Gelar National Convention Ke-4, Duta Elok Persada Berikan Apresiasi Pada Mitra Usaha Kasad Tegaskan TNI AD Harus Jadi Solusi Hadapi Ancaman Banglingstra Pangdam II/Sriwijaya : Kehadiran TNI Harus Ada Manfaat Untuk Masyarakat

Home / Regional

Kamis, 30 Desember 2021 - 04:25 WIB

Panen Perdana di Pokdakan Mina Omah Bioshi, Dorong Produksi Ikan Salatiga

Sriwijayadaily

Wali Kota Salatiga Yuliyanto melakukan panen perdana sekaligus meresmikan Kelompok Budidaya Ikan (Pokdakan) Mina Omas Bioshi, dan menyerahkan bantuan bagi Kelompok Pengolah dan Pemasar (Poklahsar) di Perumahan Dliko Undah Gg XVI, Rabu (29/12/2021). Turut hadir, jajaran Forkopimda serta sejumlah Kepala OPD Kota Salatiga.

Yuliyanto menyampaikan apresiasi kepada Pokdakan dan Poklahsar yang telah berpartisipasi aktif dalam pembangunan Kota Salatiga, khususnya di bidang perikanan. Termasuk, makanan olahan berbahan dasar ikan.

Diakui, tingkat konsumsi di Salatiga masih harus lebih didorong. Masyarakat enggan makan ikan karena mahalnya harga komoditas tersebut.

Namun, Pokdakan Mina Omas Bisohi menunjukkan jika ternyata ikan bisa dikelola secara efisien dan efektif, dengan hasil yang maksimal serta higienis. Oleh karena itu, Yuliyanto berharap ilmu tersebut nantinya bisa ditularkan ke kelompok-kelompok tani ikan lain.

Baca :  Edukasi Menghadapi Bencana, BPBD Tanjab Barat Bekali Pelajar Tentang Simulasi Sekolah Aman Bencana

“Saya berharap ilmu yang bermanfaat dari Pokdakan Mina Omas Bioshu ini, bisa ditularkan kepada teman-teman kelompok budidaya ikan yang ada di Kota Salatiga. Bu Nunuk selaku Kepala Dinas Pangan dan Pertanian, agar dapat mengumpulkan petani binaannya, untuk diperlihatkan dan diajarkan, supaya petani di Kota Salatiga bisa sejahtera bersama,” ujar Yuliyanto.

Wali kota menandaskan, pemerintah sudah beberapa kali menganggarkan bantuan bibit ikan kepada masyarakat. Tetapi setelah bantuan diserahkan, kebanyakan belum bisa bergulir seperti yang diharapkan.

Melalui kolaborasi dengan kelompok pembudidaya ikan yang sudah berhasil, masyarakat yang ingin berbudidaya ikan diharapkan bisa kembali bangkit dan tumbuh. Dengan begitu, mampu menghasilkan produk yang memiliki nilai ekonomi tinggi.

Baca :  Mahasiswa Posko 7 KKN Tematik UNJA Gelar Sosialisasi dan Pelatihan Produk Turunan Pinang di Bram Itam Kiri

“Mudah-mudahan kegiatan ini menjadi awal bangkitnya perikanan di Kota Salatiga, dan jangan merasa pesimistis karena masyarakat Kota Salatiga ini pintar-pintar, bahkan Kota Salatiga baru saja mendapat predikat kategori Kota Kecil dengan masyarakat cerdas dari ITB Bandung,” ungkap Yuliyanto.

Ketua Pokdakan Mina Omas Bioshi, Supriyo menuturkan, saat ini pihaknya memiliki 56 kolam di Dliko dan sembilan Kolam Rakyat di Pulutan. Dengan jumlah ikan saat ini, yakni 3.530 ekor ikan gurami dalam 11 kolam, 13.219 ekor ikan nila dalam 41 kolam, dan 66.137 ekor ikan lele dalam sembilan kolam yang ada di Kolam Rakyat Pulutan.

Kolam dibangun sejak Mei 2020, dan pihaknya mulai membudidayakan ikan pada Februari 2021. Pembudidayaan berikutnya pada April, Agustus dan November 2021, yang kemudian dilakukan panen perdana pada 29 Desember 2021.

Baca :  Jadi Pembicara Dies Natalis ke-67 SMK PP Negeri Sembawa, Budi Setiawan Berharap Para Siswa Terus Menggali Potensi Untuk Membangun Negeri

Kelompok pembudidaya ikan tawar yang bergerak pada budidaya ikan gurami, nila, lele dan patin yang dikelolanya ini berbasis pada Sistem Manajemen Mutu ISO 9001:2015, dengan menerapkan Cara Budidaya Ikan yang Baik (CBIB). Yakni, proses pemeliharaan ikan dengan menjaga kualitas/mutu ikan, sehingga akan memberikan hasil panen yang layak untuk dikonsumsi, bebas dari kontaminasi bahan kimia dan biologi.

Ke depan, Pokdakan ini juga akan menerapkan Cara Pembenihan Ikan yang Baik (CPIB), yaitu pedoman dan tata cara mengembangbiakkan ikan dengan cara melakukan manajemen induk, pemijahan, penetasan telur, dan pemeliharaan larva/benih dalam lingkungan yang terkontrol, melalui penerapan teknologi yang memenuhi kriteria dan persyaratan.

Penulis: Kontributor Salatiga
Editor: WH/Ul

Share :

Baca Juga

Nasional

Warga Mengungsi Akibat Letusan Gunung Semeru Sebanyak 3.697 Jiwa

Regional

Cegah Karhutla, Gubri Tawarkan Bantuan Ekskavator untuk Masyarakat

Regional

Dampak Gempa Bumi M 4,8 di Bali, Tiga Warga Meninggal Dunia

Ekonomi

Tidak Mau Kalah dengan Pinang dan Sawit, Harga Bokar Juga Ikut Naik

Olahraga

HWSB Gelar Turnamen Domino, Budi Setiawan Imbau Tetap Patuhi Prokes

Olahraga

Ganjar Dorong KONI Miliki Database

Ekonomi

Harga Pinang Kering di Riau Naik Jadi Rp14.200 per Kg

Ekonomi

Stasiun Kendaraan Listrik Pertama Sudah Ada di Riau, Ini Keuntungannya