Dandim 0415/Jambi Bersama Forkopimda Kota Jambi Cek Stok Ketersediaan Beras Jelang Ramadhan Baznas Kota Jambi Ikut Andil Dalam Bedah Rumah Tidak Layak Huni Kodim 0415/Jambi 9 Atlet Taekwondo Kodam II/Swj Siap Gondol Medali Kapolri Gandeng Beragam Stakeholder, TNI AD Tingkatkan Kesejahteraan Masyarakat Klarifikasi TNI AD Terkait Cuitan Hoax Video Iring-Iringan Ranpur TNI di Jalan Raya

Home / Nasional

Sabtu, 6 November 2021 - 10:27 WIB

Perubahan Iklim Jadi Ancaman Lebih Seram dari Pandemi Covid-19

Foto: REUTERS/HANNIBAL HANSCHKE

Foto: REUTERS/HANNIBAL HANSCHKE

SRIWIJAYADAILY

Perubahan iklim jadi ancaman yang disebut lebih seram dari pandemi Covid-19. Kabarnya juga bisa membuat Asia bisa terendam karena ada kenaikan air laut.

Ini terlihat dalam laporan Environmental Research Letters yang dipublikasikan beberapa waktu lalu. Menurut para peneliti air laut akan naik dalam waktu berabad-abad mendatang. Kota-kota akan terendam air laut nantinya, dikutip dari AFP, Jumat (5/11/2021).

“Sekitar lima persen dari populasi dunia saat ini tinggal di daratan di bawah permukaan laut, di mana tingkat air pasang diperkirakan akan meningkat karena karbon dioksida yang telah ditambahkan ke atmosfer oleh aktivitas manusia,” kata penulis utama laporan yang juga merupakan CEO dan kepala ilmuwan dari Climate Central, Ben Strauss.

Baca :  Mayor Beni Bersama Penjabat Bupati Muaro Jambi Tinjau Kondisi TPS Desa Ladang Panjang Jelang Pemilu

Salah satu wilayah yang akan mendapat dampak buruknya adalah Asia. Benua itu menyumbang sembilan dari 10 kota besar dengan risiko tinggi.

Sejumlah wilayah di Asia masuk dalam risiko terbesar. Misalnya rumah untuk setengah populasi Bangladesh dan Vietnam ada di bawah garis pasang tinggi dalam jangka panjang, bahkan untuk dunia. Ada juga wilayah China, India dan juga Indonesia yang menghadapi ancaman serupa.

Baca :  Netralitas TNI Harga Mati, TNI Netral pada Pemilu 2024

Ancaman kenaikan permukaan laut dan risiko pada wilayah tersebut terjadi hingga akhir abad ini. Tercatat kenaikan air laut berkisar setengah meter hingga dua kali lipat. Namun itu bergantung pada seberapa cepat berkurangnya polusi karbon.

Air laut juga tetap akan naik setelah tahun 2100. Sebab akan diisi oleh lapisan es yang mencair, panas yang terperangkap di laut, hingga dinamika air memanas. Ini bahkan terjadi saat penurunan emisi gas rumah kaca diturunkan.

Baca :  Perkuat Landasan Moral, Kodam II/Sriwijaya Peringati Isra' Mi'raj 1445 H

Menurut Strauss, konsentrasi karbon dioksida (CO2) sekarang 50% lebih tinggi dari tahun 1800. Sementara suhu rata-rata permukaan Bumi juga terus meningkat 1,1 derajat celcius.

Strauss mengatakan, dengan fakta ini air laut bisa naik hingga dua meter. Namun memang belum diketahui kenaikan itu membutuhkan waktu berapa lama untuk bisa terjadi.

Artikel ini sebelumnya telah tayang di cnbcindonesia.com dengan judul ‘Ada Ancaman Lebih Seram dari Covid, Asia Bisa Terendam Laut!’

Share :

Baca Juga

Nasional

Delapan Parpol Bertemu, Tolak Pemilu Proporsional Tertutup

Nasional

Hujan Tak Menyurutkan Semangat Warga Saksikan Festival Arakan Sahur

Daerah

Kemenkunham Riau Deportasi WNA Asal Nigeria, Ini Alasannya

Nasional

Online dating service Reviews – The Best Dating Sites in 2022

Nasional

Ikuti Fit and Proper Test Calon Panglima TNI, Jenderal Andika Sampaikan Visi “TNI adalah Kita”

Nasional

Genjot Capaian Vaksinasi Booster, Koramil Telanaipura Garap SKK Migas PetroChina

Nasional

Guam Marriage Customs

Nasional

Bantu Ukraina, Jerman Akan Kirim Ribuan Anti Tank dan Ratusan Rudal