Peduli Sesamo, Koramil Tungkal Ulu Bagikan Paket Sembako Untuk Warga Kurang Mampu Danrem 042/Gapu Melalui Vicon Ikuti Taklimat Awal Wasrik BPK RI Gelar National Convention Ke-4, Duta Elok Persada Berikan Apresiasi Pada Mitra Usaha Kasad Tegaskan TNI AD Harus Jadi Solusi Hadapi Ancaman Banglingstra Pangdam II/Sriwijaya : Kehadiran TNI Harus Ada Manfaat Untuk Masyarakat

Home / Nasional

Senin, 1 November 2021 - 09:52 WIB

Presiden Jokowi Usul Tiga Upaya Bersama Pencapaian SDGs

SRIWIJAYADAILY

Sebagai payung besar bagi pemenuhan hak-hak pembangunan yang berkelanjutan (SDGs), target SDGs harus makin diperjuangkan pascapandemi COVID-19 ini. Akibat pandemi, kemiskinan ekstrem dunia kembali meningkat dari yang semula diharapkan 7,5 persen di 2021, naik kembali ke 9,4 persen.

Dilansir dari laman presidenri.go.id, terganggunya rantai pasok global bukan hanya menggoyahkan kebutuhan industri, tetapi juga mengganggu stabilitas kebutuhan dasar, termasuk pangan, terutama di negara-negara berkembang.

Saat berpidato pada sesi KTT G20 yang membahas tentang pembangunan berkelanjutan di La Nuvola, Roma, Italia, Minggu (31/10/2021). Presiden Joko Widodo mendorong agar negara-negara G20 melakukan sejumlah upaya untuk mempercepat pencapaian tujuan pembangunan berkelanjutan atau SSGs.

Baca :  Ibu Negara Iriana Joko Widodo Buka Program PKW Tekun Tenun Indonesia 2022

“Kita harus segera beraksi agar dunia tidak terancam jatuh ke dalam krisis berkepanjangan. Kita G20 harus melakukan sejumlah upaya bersama untuk memastikan SDGs tercapai sesuai target, 9 tahun lagi,” ujar Presiden Jokowi.

Upaya bersama tersebut yaitu pertama, menggalang solidaritas untuk membantu negara dan masyarakat yang paling rentan. Menurut Presiden Jokowi, inisiatif debt service suspension serta tambahan alokasi SDR senilai USD650 miliar menjadi langkah penting untuk memberi ruang kebijakan bagi negara berpendapatan rendah dan menengah untuk berkonsentrasi melawan pandemi.

Kedua, memperkuat kemitraan global untuk membantu pendanaan dan akses teknologi bagi negara berkembang. Financing gap yang melebar dari USD2,5 triliun per tahun menjadi USD4,2 triliun per tahun, harus menjadi perhatian serius.

Baca :  Title Loans Bethany Illinois Apply For Cash And Get Instant Approval Even With Bad Credit History

“Mobilisasi pembiayaan inovatif untuk menutup gap pendanaan SDGs, termasuk melalui blended finance harus segera dilakukan. Peningkatan investasi swasta yang berkelanjutan harus didorong untuk menggerakkan kembali roda perekonomian dan menciptakan lapangan kerja di negara berkembang,” papar Presiden Jokowi.

Ketiga, meningkatkan kemampuan adaptasi dan ketangguhan terhadap guncangan dan ketidakpastian masa depan, terutama di sektor kesehatan, kapasitas fiskal, serta kapasitas perencanaan dan implementasi pembangunan.

Baca :  Car Title Loans New Jersey, Camden County, Audubon

PBB mencatat setidaknya 8 negara berada di tingkat risiko sangat tinggi dan 40 negara risiko tinggi bagi lost generation, terutama karena menurunnya kesempatan belajar dan lapangan pekerjaan. Menurut Presiden Jokowi, Indonesia telah mengembangkan kebijakan yang meningkatkan adaptasi sektor pendidikan dan memberikan perlindungan sosial bagi mereka yang paling rentan dan kehilangan pekerjaan.

“Namun banyak negara lain yang menghadapi risiko tinggi. G20 harus bekerja sama membantu mereka memastikan tidak ada lost generation. Hanya dengan demikian, kita dapat pulih bersama menuju masa depan yang lebih baik tanpa meninggalkan siapapun,” tandas Presiden.

Share :

Baca Juga

Nasional

HD, Top Leader on Digital Implementation Tahun 2021

Nasional

Inilah Aturan Jam Kerja ASN Selama Bulan Ramadan 1443 H

Nasional

Kemenkes Tetapkan Tarif Baru Swab RT-PCR

Gema TNI

Kasal: Tidak Ada Prajurit Bersalah yang Lolos dari Hukum

Nasional

Methods to Date a lady – Easy methods to Impress a female

Nasional

Do they offer a Free Online Online dating service?
Foto: Muhammad Nafi Djanes

Nasional

Direktur IKPM Kominfo: MotoGP Mandalika 2022 Harumkan Indonesia

Hukum dan Kriminal

Dr. Sunarta, S. H, M. H Resmi Jabat Wakil Jaksa Agung