Jumlah Masyarakat Kembali ke Yigi Semakin Bertambah, Ini Pesan Danrem 172/PWY Pengesahan RKUHP Meresahkan Kalangan Pers, SMSI akan Menggugat Melalui MK Kodam Cenderawasih Raih Penganugerahan Keterbukaan Informasi Badan Publik TNI AD Selalu Ada untuk Rakyat : Bantuan Kasad Sampai ke Tenda Pengungsi Korban Gempa Bumi Cianjur Panglima TNI Terima Kunjungan Kehormatan Panglima Angkatan Bersenjata Diraja Brunei

Home / Regional

Senin, 18 Oktober 2021 - 00:55 WIB

Sebanyak Empat Rumah Warga Madiun Rusak Berat Akibat Angin Kencang

Jawa Timur – Sriwijayadaily.co.id

Angin kencang yang terjadi di wilayah Kabupaten Madiun, Provinsi Jawa Timur, berdampak pada kerusakan rumah warga dengan tingkat sedang hingga berat. Fenomena yang melanda tiga kecamatan di kabupaten tersebut terjadi pada Minggu (17/10), pukul 15.00 WIB. Tidak ada korban jiwa dalam peristiwa tersebut.

Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Madiun mencatat sebanyak 4 rumah rusak berat dan 19 lainnya mengalami tingkat rusak sedang. Korban jiwa terdampak sejumlah 24 KK. Selain dampak di sektor pemukiman, angin kencang mengakibakan antara lain kerusakan 1 unit lapak pedagang, 1 unit tiang listrik, tumbangnya 4 pohon serta gangguan jaringan listrik.

Baca :  Edukasi Menghadapi Bencana, BPBD Tanjab Barat Bekali Pelajar Tentang Simulasi Sekolah Aman Bencana

Gangguan jaringan listrik PLN teridentifikasi di Desa Randualas, Kecamatan Kare, Madiun.

Peristiwa angin kencang yang terjadi sore itu dirasakan warga beberapa desa, antara lain Desa Randualas, Bolo dan Kresek (Kecamatan Kare), Desa Bulu (Pilangkenceng) dan Sumberbendo (Saradan).

Baca :  Prihatin Dampak Batubara, SAH Usulkan Pengurangan Kuota Produksi dan Pembatasan Jumlah Angkutan

Paska kejadian, BPBD Kabupaten Madiun berkoordinasi dengan institusi terkait dan pihak desa maupun kecamatan untuk pendataan dampak angin kencang.

BNPB mengimbau warga untuk waspada dan siap siaga terhadap potensi bahaya angin kencang di saat hujan lebat terjadi. Ketika kondisi itu berlangsung, warga diharapkan untuk menghindari berlindung di sekitar baliho atau pepohonan.

Baca :  Belasan Ruko Di Kualatungkal Ludes Dimakan Api

Di samping itu, warga maupun pemerintah daerah dapat memotong ranting-ranting pohon yang ada di sekitar tempat tinggal maupun ruang publik. Pemotongan ranting dapat membantu mengurangi beban pohon maupun terpaan angin kencang. Hal tersebut sebagai upaya pencegahan dini dalam menghadapi cuaca ekstrem berupa hujan lebat yang dapat disertai angin kencang.

Share :

Baca Juga

Nasional

Inilah 3 Hal Krusial yang Diantisipasi dalam Angkutan Lebaran 2022

Kesehatan

Siswa SMP dan SMA Abdurab Terpapar Corona, Aktivitas Sekolah Ditutup

Regional

Lantik Kasi Pemerintahan, Kades Sp Sungai Duren Inginkan Pelayanan Masyarakat Lebih Meningkat

Politik

Al Haris Lantik Tiga Penjabat Bupati

Regional

Buka MTQ Tingkat SLTA, Gubernur Herman Deru Imbau Seluruh SMA dan SMK di Sumsel Cetak Generasi Berakhlakul Karimah

Nasional

Kebun Raya Katingan, Satu-satunya Bertema Koleksi Tumbuhan Buah Tropis

Ekonomi

Kapolda Riau Cek Pabrik Minyak Goreng PT Wilmar Group di Dumai

Gema TNI

Bangun Mako Armada I, Kasal Tinjau Sarpras di Tanjung Pinang