Sambut Idul Adha, Babinsa Desa Baru Amankan Pawai Obor dan Takbir Keliling Komitmen Alumni AKABRI ’94 dalam Mengatasi Stunting di Kalimantan Barat Prajurit Satgas Yonif 125/SMB Terangi Jembatan dan Dermaga di Kampung Yagatsu, Papua Prajurit TNI Rebut Distrik Bibida dari OPM dengan Tindakan Profesional dan Kemanusiaan TNI AL Gagalkan Upaya Penyelundupan Ribuan Baby Lobster di Cilacap

Home / Portal Militer

Sabtu, 15 Januari 2022 - 21:32 WIB

TNI Fasilitasi Perdamaian Masyarakat Wamena

SRIWIJAYADAILY

TNI dari Kodim 1702/Jayawijaya dan Yonif 756/WMS bersama Forkopimda Lapago dari Kab. Jayawijaya, Kab. Lanny Jaya dan Kab. Nduga memfasilitasi proses perdamaian konflik yang terjadi antara dua kelompok masyarakat dari Suku Nduga dan Suku Lanny Jaya.

Kegiatan Perdamaian tersebut dilaksanakan di Lapangan Apel Makodim 1702/Jayawijaya, Distrik Wamena Kab. Jayawijaya, Sabtu (15/1). Demikian dikutip dalam keterangan tertulis Pendam XVII/Cenderawasih.

Perdamaian yang dilaksanakan ditandai dengan penandatanganan Surat Pernyataan Perdamaian oleh masing-masing perwakilan masyarakat dari Suku Lanny Jaya dan Suku Nduga.

Selain itu juga, dilaksanakan Penandatanganan Surat Pernyataan sikap Pemerintah Daerah Lapago dan Monumen Perdamaian Lapago untuk bersama-sama berkomitmen menjaga perdamaian di wilayah Pegunungan Tengah Lapago.

Baca :  Tekan Inflasi, Kodim 0405/Lahat Bersama Pemda Lahat Lakukan Gerakan 'Macak'

Bupati Kab. Jayawijaya Richard Banua, S.E., M. Si., menyampaikan terima kasih kepada seluruh pihak yang telah berupaya dan berperan dalam kegiatan perdamaian ini, juga kepada Para Bupati wilayah Lapago yang bisa hadir dan duduk bersama-sama untuk bisa menyelesaikan permasalahan ini sebagai bentuk komitmen bersama dalam menjaga perdamaian di Tanah Papua.

Pada kesempatan tersebut, Dandim 1702/Jayawijaya Letkol Inf Arif Budi Situmeang menyampaikan bahwa seluruh permasalahan diantara kedua kelompok masyarakat telah diselesaikan dan mulai saat ini tidak ada lagi perang antar suku di Wamena.

Baca :  Panglima TNI Pimpin Serah Terima Jabatan Dankodiklat TNI

“Besar harapan saya agar hal-hal yang telah disepakati pada hari ini dapat dipedomani dan dilaksanakan sehingga tidak ada lagi permasalahan baru dikemudian hari,” kata Dandim.

Lebih lanjut, Danrem 172/PWY Brigjen TNI Izak Pangemanan menjelaskan bahwa upaya untuk mendamaikan Suku Nduga dan Suku Lanny Jaya yang terlibat perang suku sejak tanggal 9 Januari 2022, berpedoman pada petunjuk Pangdam XVII/Cenderawasih Mayor Jenderal TNI Ignatius Yogo Triyono, M.A., dimana perdamaian ini dilakukan dengan mengedepankan Pembinaan Teritorial dan Komunikasi Sosial dengan melibatkan Pemerintah Daerah, Tokoh Adat, Tokoh Agama dan Tokoh Pemuda dari kedua suku yang berselisih.

Baca :  Pabung Muaro Jambi Hadiri Upacara Peringatan Hari Kebangkitan Nasional

Berbagai dinamika yang terjadi selama proses menuju perdamaian, diselesaikan dengan pendekatan yang humanis.

Danrem 172/PWY berharap perdamaian tersebut sebagai tanda berakhirnya konflik yang terjadi khususnya antara kelompok masyarakat dari Suku-suku yang ada di wilayah Lapago, sebab konflik horizontal yang terjadi beberapa waktu lalu hanya membawa dampak negatif bagi semua lapisan masyarakat.

Dalam proses dari awal kejadian hingga Perdamaian ditandatangani, Korem 172/PWY mengerahkan personel sebanyak 2 Satuan Setingkat Kompi (SSK) yaitu dari Kodim 1702/JWY dan Yonif 756/WMS. (**)

Share :

Baca Juga

Portal Militer

Sholat Tarawih Pertama Di Masjid At Taqwa, Danrem 042/Gapu Ingatkan Jamaah Tetap Patuhi Prokes

Portal Militer

Pangdam II/Sriwijaya Terima Audiensi Pimpinan Bank Indonesia Sumsel

Portal Militer

Babinsa Koramil 05/Sengeti Geruduk Desa Pulau Kayu Aro, Ada Apa!

Portal Militer

Pangdam II/Sriwijaya Kunjungi Korem 041/Gamas

Portal Militer

Unik & Menarik, Tertib Antrian Angkong Saat Pengecoran Tetap Rapi

Portal Militer

Satgas TMMD Kodim 0416/Bute Bantu Jemur Kerupuk Orang Tua Asuh

Portal Militer

Serka Samsori Hadiri Pelepasan dan Wisuda Tahfidz MTs Yayasan Mathali’ul Huda

Portal Militer

Karya TMMD Ke-118 Kodim 0419/Tanjab, Buka Akses Ekonomi Masyarakat Desa Terisolir