Upacara Pengibaran Bendera Bulanan di Korem 041/Gamas: Memupuk Patriotisme dan Kesiapsiagaan Nasional Danrem 043/Gatam Dukung dan Sukseskan Program PAT Provinsi Lampung Kapten Inf Sobirin Tinjau Progres Pra TMMD di Desa Suka Maju Danrem 043/Gatam Pimpin Entry Meeting Audit Ketaatan dan Kinerja Periode III TA. 2024 Bersama Itjen TNI Pastikan Tidak Terlibat Judi Online, Danramil Geragai Periksa Handphone Prajurit

Home / Portal Militer

Senin, 18 September 2023 - 07:21 WIB

TNI Merangkul Pendemo di Rempang

SRIWIJAYADAILY.CO.ID – Beberapa hari terakhir ini beredar video viral Panglima TNI menyampaikan instruksi kepada komandan satuan bawahan terkait penanganan demo masa di wilayah Rempang, Kepulauan Riau. Video ini menjadi viral di masyarakat karena terdapat pernyataan Panglima yang memerintahkan prajuritnya untuk memiting masyarakat yang melakukan demonstrasi.

Menanggapi hal tersebut, Kapuspen TNI Laksda TNI Julius Widjojono mengatakan bahwa ada salah pemahaman dari masyarakat atas pernyataan tersebut, karena konteksnya berbeda. “Jika dilihat secara utuh dalam video tersebut, Panglima TNI sedang menjelaskan bahwa demo yang terjadi di Rempang sudah mengarah pada tindakan anarkisme yang dapat membahayakan baik aparat maupun masyarakat itu sendiri, sehingga meminta agar masing-masing pihak untuk manahan diri,” ujar Kapuspen TNI yang disampaikan di Ruang Balai Wartawan, Puspen TNI, Jumat (15/9/2023).

Baca :  Apel Siaga Brigade Alsintan Kodam III/Siliwangi

Lebih lanjut Kapuspen TNI menyampaikan bahwa Panglima TNI menginstruksikan kepada Komandan Satuan untuk melarang prajurit menggunakan alat/senjata, dalam mengamankan aksi demo Rempang, hal tersebut untuk menghindari korban, sehingga lebih baik menurunkan prajurit lebih banyak dari pada menggunakan peralatan yang bisa mematikan. “Panglima mengatakan, jangan memakai senjata, tapi turunkan personel untuk mengamankan demo itu,” ujarnya.

Baca :  Kasrem 042/Gapu Ikuti Rakornis TMMD Ke-121 Tahun 2024 Melalui Video Conference

Terkait bahasa piting memiting itu sebenarnya hanya bahasa prajurit, karena disampaikan di forum prajurit, yang berarti setiap prajurit “merangkul” satu masyarakat agar terhindar dari bentrokan. “Kadang-kadang bahasa prajurit itu suka disalahartikan oleh masyarakat yang mungkin tidak terbiasa dengan gaya bicara prajurit,” sambungnya.

Baca :  Yonarmed 15 Cailendra Sabet 3 Medali Emas Kejurda Karate Seri-1 2024

Namun Laksda Julius memahami adanya kesalahan tafsir ini, Panglima TNI sangat tidak berharap kebrutalan dilawan dengan kebrutalan, sudah cukup menjadi pembelajaran banyaknya korban di kedua belah pihak baik aparat atau masyarakat akibat konflik ini. “Perlu diingat dengan konflik ini, maka kerugian pasti diterima oleh aparat dan masyarakat Indonesia sendiri,” pungkasnya.

Share :

Baca Juga

Portal Militer

Peran Serta Tino, Situkang Batu Yang Turut Sukseskan TMMD 117

Daerah

Al Haris : Peran Pers Berkontribusi Besar Bagi Pemerintah Dan Masyarakat

Portal Militer

Pangdam XVII/Cenderawasih Gelar Halal Bihalal Bersama Prajurit dan PNS

Portal Militer

Pangdam Didampingi Ketua Persit KCK Daerah XVII/Cenderawasih Melaksanakan Kunjungan Kerja Di Wilayah Kab. Merauke

Binter

Pabung Muaro Jambi Mayor Beni Hadiri Upacara HUT Bhayangkara ke-78 Tahun 2024 di Mapolres Muaro Jambi

Portal Militer

Purna Tugas Di Papua, Kolonel Kav Herman Taryaman Kini Menjabat Asintel Danpaspampres

Portal Militer

Pedagang Pasar Jadi Sasaran Komsos Personel Kodim 0415/Jambi Guna Memantau Situasi Didesa Binaan

Portal Militer

Danramil 09/Telanaipura Ingatkan Prajuritnya Waspada Selama Cuti Lebaran