Komsos Sebagai Sarana Babinsa Untuk Jalin Silaturahmi Hari Libur, Babinsa Koramil 09/TP Tetap Bina Kemanunggalan TNI-Rakyat Pabung Muaro Jambi Hadiri Pelantikan Anggota PPS Untuk Pilkada Serentak 2024 KRI Diponogoro-365 Laksanakan Gunnery Exercise DI Zona Barbara, Laut Mediterania Unik & Menarik, Tertib Antrian Angkong Saat Pengecoran Tetap Rapi

Home / Nasional

Minggu, 31 Oktober 2021 - 23:58 WIB

Mengenal Kesenian Rontek Pacitan

SRIWIJAYADAILY

Pernah mendengar budaya Rontek? Seni budaya yang satu ini terbilang kurang akrab di telinga umum. Rontek merupakan kesenian dari Desa Pelem, Kecamatan Pringkuku, Kabupaten Pacitan, Jawa Timur. Desa ini punya grup Rontek namanya Raung Bambu.

Kesenian yang pernah menjuarai Festival Rontek Pacitan pada 2018 itu terpilih menjadi salah satu pengisi dalam Pekan Kebudayaan Nasional (PKN) 2021.

PKN merupakan kegiatan tahunan yang diselenggarakan Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, dan Ristek.

Pengasuh Rontek Raung Bambu Pringkuku, Deasylina Da Ary mengatakan kesenian ini mengangkat filosofi hubungan petani dengan simbol kesejahteraan yaitu dewi padi.

Rontek merupakan kesenian khas Kabupaten Pacitan. Rontek berasal dari kata Ronda dan Thethek. Menurut kamus Bausastra kata “Rontek” adalah panji-panji, bendera kecil berlandaian tombak. Sedangkan ronda” adalah kegiatan berjalan berkeliling untuk menjaga keamanan;
berpatroli dan “Thethek” adalah meronda sambil memukul tongtong.

Secara bebas, rontek bisa dimaknai sebagai aktivitas masyarakat meronda sambil memukul thethek. Awal mula Rontek merupakan aktivitas masyarakat Pacitan yang sedang ronda malam dengan menggunakan alat kentongan bambu atau oleh masyarakat setempat disebut Thethek.

Kentongan (Thektek) terbuat dari potongan bambu
dengan panjang kurang lebih 50 cm. Rontek sudah ada sejak dahulu, tetapi pada saat itu hanya difungsikan sebagai alat untuk memberikan pertanda dan membangunkan orang tidur.

Dalam perjalanannya, Rontek tak hanya kentongan tapi juga dilengkapi dengan instrumen-instrumen lain. Perbedaan instrumen ini mencerminkan harmonisasi yang sangat kuat.

Selain instrumen yang beragam, dalam penampilannya juga ada tarian.

Tema PKN

Pada Pekan Kebudayaan Nasional tahun ini, Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi, mengusung tema “Cerlang Nusantara, Pandu Masa Depan.”

PKN tahun 2021 kali ini berusaha mengajak masyarakat untuk kembali mengenali jati diri dan khazanah budaya bangsa sebagai suatu aset. Dari aset tersebut, lalu diadaptasi menjadi cara hidup yang kekinian untuk menjawab tantangan dari perkembangan dan perubahan zaman. Tema ini dimaksudkan untuk menjawab tantangan utama yang ada di masa sekarang, yaitu gaya hidup.

Menurut Direktur Jenderal Kebudayaan, Hilmar Farid, PKN 2021 hadir untuk mengawali perubahan gaya hidup. Perubahan tersebut dilakukan dengan memutar haluan dari segala cara hidup lama yang tidak berkelanjutan, untuk memukan arus kebudayaan dari bawah yang akan melontarkan ke masa depan, dan maju ke cara hidup baru yang berkelanjutan.

“Kebudayaan bisa jadi pandu menuju normal baru. Kebudayaan Nusantara telah dihasilkan lewat praktik sosial selama ribuan tahun dan terbukti membuat kita bertahan hingga hari ini. Ke sana kita perlu menengok untuk mencari jalan keluar dari dilema hari ini,” ujar Hilmar, pada peluncuran PKN 2021 secara daring.

Pola konsumsi masyarakat saat ini, kata Hilmar, sudah sangat berlebihan. Pola konsumsi masyarakat yang berlebihan ini ikut membentuk pola produksi yang tidak berkelanjutan. “Untuk menuju ke pola konsumsi yang berkelanjutan, tahun ini program-program PKN disusun dengan berdasarkan pada sandang, pangan, dan papan, sebagai hal fundamental dalam kehidupan masyarakat,” kata dia.

Penyelenggaraan PKN sebagai pergelaran berbasis budaya di tengah-tengah situasi pandemi diharapkan dapat memastikan nyala api dan semangat kebudayaan tetap terjaga di tengah-tengah masyarakat Indonesia.

Melalui berbagai program PKN masyarat diharapkan dapat menemukan kembali kekayaan sandang, pangan, dan papan, untuk menjawab tantangan kehidupan di masa mendatang.

Penyelenggaraan PKN 2021 yang akan berlangsung dari tanggal 19 sampai dengan 26 November 2021. (*)

Share :

Baca Juga

Nasional

How to Flirt Which has a Ukrainian Woman

Nasional

The best places to Meet One Women

Nasional

Komnas HAM: Langkah Tepat Penahanan 8 Tersangka Kasus Kerangkeng Manusia

Nasional

Selecting an Online Dating Site For a man Looking For Ladies

Nasional

Online dating service Reviews – The Best Dating Sites in 2022

Nasional

Antisipasi Kemungkinan Ancaman Militer, Menhan Perkuat Ketahanan Nasional

Nasional

Penambahan Masa Libur Sekolah, Menko PMK: Langkah yang Tepat

Nasional

Mantan Bupati Kupang IAM Jadi Tersangka Korupsi