Antisipasi Banjir, Babinsa Koramil 07/Pelayangan Pantau Debit Air Sungai Pasukan Raider 514 Kostrad Selamatkan 52 Orang Terdampar Kelaparan di Tengah Hutan Papua Cegah Stunting Di Papua, Satgas Pamtas RI-PNG Yonif 511/DY Terapkan Program Anak Asuh Satgas Yonif 143/TWEJ Sosialisasikan Bahaya Narkoba dan HIV AIDS Yonif 144/JY Bagikan Takjil Buka Puasa Untuk Warga Curup

Home / Warta TNI

Selasa, 11 Januari 2022 - 07:13 WIB

Redam Konflik, TNI-Polri Dan Pemkab Temui Masyarakat Dari Dua Kelompok Massa Di Wilayah Jayawijaya

SRIWIJAYADAILY
Guna meredam dan menghentikan konflik antara masyarakat penduduk Ilekma dengan Penduduk Wouma yang terjadi pada beberapa waktu lalu, TNI-Polri dari Kodim 1702/Jayawijaya, Yonif 756/WMS dan Polres Jayawijaya bersama Bupati Kab. Jayawijaya, Bupati Kab. Nduga dan Bupati Lanny Jaya menggelar pertemuan dengan kedua kelompok masyarakat, Senin (10/1).

Pertemuan dengan masyarakat dilaksanakan di Distrik Napua, Kab. Jayawijaya dan dihadiri sebanyak 600 orang masyarakat.

Pada kesempatan tersebut, Dandim 1702/Jayawijaya Letkol Inf Arif Budi Situmeang mengatakan bahwa pihaknya bersama dengan Kapolres Jayawijaya akan terus berupaya untuk menyelesaikan dan menghentikan pertikaian ini.

“Mari kita hentikan pertikaian ini sehingga tidak ada lagi terjadi pertumpahan darah dari kedua belah pihak. Jika ada masalah mari bersama-sma kita selesaikan secara kekeluargaan sebab kita semua adalah keluarga,” kata Dandim.

Baca :  Pelihara Kemampuan Pasukan Langit, Yonif PR 432 Kostrad Laksanakan Ground Training

Bupati Kab. Nduga Wentius Nemiangge, S.Ak, S.Pd, MM,. menyampaikan terima kasih kepada pihak TNI-Polri yang telah berupaya semaksimal mungkin dalam menghentikan pertikaian tersebut.

“Saya bersama Bupati Lanny Jaya sepakat bahwa ini bukanlah perang suku namun perang keluarga yang harus segera kita selesaikan sehingga tidak terjadi konflik berkelanjutan dikemudian hari yang dapat menimbulkan lebih banyak lagi korban jiwa. Saya berharap kepada aparat keamanan agar tidak memberikan kesempatan bagi masyarakat melakukan saling serang,” kata Wentius.

Sementara itu, salah satu pihak keluarga korban dari suku Nduga menyebutkan telah mendapat informasi bahwa meninggalnya salah satu masyarakat Nduga karena ditembak oleh aparat keamanan, dalam hal ini anggota Polres Jayawijaya.

Menanggapi hal tersebut, pihak TNI-Polri bersama para Bupati juga dengan Dirintelkam Polda Papua Kombes Pol Tagor Hutapea, Anggota MRP Luis Madai, Tokoh agama Pdt. Sipe Kelnea, S.pdk., Pemerhati HAM Pegunungan Tengah Theo Hesegem, menuju RSUD Wamena untuk mengecek langsung kondisi jenazah korban.

Baca :  Dukung Ketahanan Pangan, Babinsa Koramil 07/Pelayangan Bantu Petani Penyemaian Bibit Padi

Setelah dilakukan pengecekan bersama tidak ditemukan adanya luka tembak pada tubuh korban, melainkan terdapat luka bacok pada bagian kepala dan punggung serta 3 luka anak panah pada bagian leher korban.

Selanjutnya rombongan kembali mendatangi rumah duka untuk memberikan penjelasan kepada pihak keluarga bahwa korban meninggal dunia bukan karena luka tembak melainkan akibat luka bacok yang dialami.

Sementara itu pertemuan dengan kelompok masyarakat Suku Lanny Laya dilaksanakan di Kampung Wesakma Distrik Wouma dan dihadiri sebanyak 1000 orang masyarakat.

Baca :  Kasad Buka Kejuaraan Tenis Meja Piala Kasad Tahun 2023

Dihadapan masyarakat, Bupati Kab. Lanny Jaya Befa Jigibalom berharap agar masalah ini dapat segera diselesaikan. “Mari kita berdamai dengan saudara kita dari suku Nduga. Masalah yang terjadi saat ini dapat kita selesaikan dengan duduk bersama tanpa harus ada perang,” katanya.

Hal senada turut disampaikan oleh Komandan Perang Suku Lanny, Kaletus Kogoya. Pihaknya menginginkan perdamaian diantara kedua keluarga beaar.

“Kami juga tidak menginginkan adanya perang saling bunuh ini,” tuturnya.

Bupati Kab. Jayawijaya John R. Banua ditemui disela-sela pertemuan tersebut menyampaikan bahwa kehadiran Bupati Kab. Nduga dan Bupati Kab. Lanny Jaya ini bertujuan untuk menyelesaikan permasalahan yang terjadi.

“Kita tidak ingin permasalahan diselesaikan dengan saling serang ini terus berlanjut yang dikhawatirkan akan berdampak luas kedepannya,’’ pungkasnya. (Pendam XVII Cenderawasih)

Share :

Baca Juga

Warta TNI

Minimalisir Pelanggaran, Korem 042/Gapu Gelar Penyuluhan Hukum

Warta TNI

Satgas Pamtas RI-PNG Yonif 711 Beri Pengobatan Gratis Untuk Masyarakat

Warta TNI

6 Kodim Wilayah Kodam II/Sriwijaya Terima Bantuan Kendaraan Operasional

Warta TNI

Kasad Letakkan Batu Pertama Pembangunan Kandang Sapi Korem 143/HO

Warta TNI

Melakui Komsos Kreatif, Satgas Yonif 412 Kostrad Gelar Uji Kenaikan Sabuk Pencak Silat

Warta TNI

Mayjen TNI Muhammad Saleh Mustafa Berolahraga Bersama Prajurit Yonif RK 751/VJS

Warta TNI

Satgas Yonif Mekanis 521 Laksanakan Patroli Simpatik Di Intan Jaya

Warta TNI

TNI Bersama Masyarakat Perbaiki Jembatan Rusak Di Perbatasan